Vitamin Ginjal

Vitamin ginjal tonar, vitamin untuk ginjal, vitamin penguat ginjal, vitamin untuk ginjal sehat, obat vitamin ginjal, vitamin gagal ginjal, vitamin c ginjal, vitamin kesehatan ginjal, vitamin perusak ginjal, vitamin d ginjal, vitamin ginjal alami, vitamin buat ginjal, vitamin c batu ginjal, vitamin untuk batu ginjal.

Nutrisi atau Vitamin yang cocok untuk ginjal adalah Vitamin C yang mengurangi risiko terjadinya gout telah mendapat beberapa respon. Terutama yang mempertanyakan mengenai pengaruh vitamin C dosis tinggi terhadap ginjal. Apa tidak malah menyebabkan batu ginjal ?


Aku jadi penasaran juga dan merasa bertanggungjawab untuk mengkonfirmasi mengenai hal ini. Aku terpaksa tanya-tanya mas Google, dan mendapat beberapa informasi yang aku peras dan tuangkan kembali dalam tulisan ini.


Vitamin Ginjal



Satu informasi datang dari Orthomolecular medicine information carrier. Artikelnya sedikit lama (tahun 2005), tapi kalau melihat sumbernya sih cukup legitimate. Silakan cek di sini. Judulnya to the factor dengan yang ingin kucari : VitaminVitamin C yang mengurangi risiko terjadinya gout telah mendapat beberapa respon. Terutama yang mempertanyakan mengenai pengaruh nutrition C dosis tinggi terhadap ginjal. Apa tidak malah menyebabkan batu ginjal ? Aku jadi penasaran juga dan merasa bertanggungjawab untuk mengkonfirmasi mengenai hal ini. Aku terpaksa tanya-tanya mas Google, dan mendapat beberapa informasi yang aku peras dan tuangkan kembali dalam tulisan ini.


Satu informasi datang dari Orthomolecular medication information service. Artikelnya sedikit lama (tahun 2005), tapi kalau melihat sumbernya sih cukup valid. Silakan cek di sini. Judulnya to the point dengan yang ingin kucari ialah vitamin C.


Isinya antara lain menyatakan bahwa tidak ada fakta ilmiah yang menyatakan vitamin C menyebabkan batu ginjal. Bahkan pada beberapa kasus, diet C justru bersifat kuratif (menyembuhkan). Sebuah studi berskala besar, yang melibatkan eighty five.557 wanita selama 14 tahun tidak menemukan fakta bahwa nutrition C menyebabkan batu ginjal. Tidak ada perbedaan signifikan antara orang yang mengkonsumsi Vit C 250 mg/sehari dengan mereka yang mengkonsumsi 1,five g/sehari atau lebih. Studi ini merupakan kelanjutan dari studi sebelumnya pada forty five.251 pria, yang menemukan bahwa dosis vitamin C di atas 1,five g/sehari mengurangi risiko terjadinya batu ginjal.


Wajib Baca :


Orang-orang yang mengalami pembentukan batu ginjal mungkin memiliki proses biokimia yang kurang regular, yang menyebabkan peningkatan produksi oksalat dari diet C. Jadi masalahnya bukan pada konsumsi vitamin C itu sendiri. Oksalat dapat terakumulasi membentuk batu ginjal jika berikatan dengan Kalsium membentuk Ca oksalat. Konsumsi vitamin C memang dapat meningkatkan produksi oksalat di dalam tubuh, tetapi tidak ada fakta yang menyebutkan bahwa ia meningkatkan pembentukan batu ginjal. Pada kenyataannya, penggunaan vitamin C dalam satuan gram justru dapat meningkatkan ekskresi baik oksalat maupun urat melalui ginjal.


Hal ini dimungkinkan karena beberapa hal. Pertama, diet C cenderung mengikat kalsium, sehingga akan mengurangi jumlah kalsium yang akan membentuk Ca-oksalat (satu jenis batu ginjal). Kedua, nutrition C bersifat diuretik, yaitu meningkatkan pengeluaran air seni. Hal ini akan mencegah terbentuknya batu ginjal. Terakhir, pembentukan batu ginjal nampaknya terjadi di sekitar pusat infeksi, padahal nutrition C ini bersifat bakterisidal (membunuh bakteri) sehingga justru akan mencegah pembentukan batu ginjal dengan cara membunuh bakteri di tempat di mana batu ginjal akan terbentuk.


diet C juga dapat mencegah terjadinya jenis lain dari batu ginjal, terutama adalah batu ginjal asam urat, dan batu ginjal sistin. Postingku sebelum ini menyampaikan fakta bahwa nutrition C justru mengurangi risiko terbentuknya kristal asam urat. Batu-batu ini, termasuk juga yang terbuat dari Ca fosfat, akan terlarut dalam suasana asam nutrition C. Selain itu, urin yang asam karena mengandung asam askorbat (vit C) dapat pula melarutkan batu struvite (magnesium ammonium phosphate), yang sering terdapat pada urin yang terinfeksi. Memang pernah ada peneliti lain yang menyatakan bahwa vitamin C meningkatkan risiko terjadinya batu ginjal, tetapi dugaan ini tidak didukung fakta kuat, dan hubungan ini menjadi lemah karena diet C justru memiliki efek-efek yang sebaliknya.


Efek perasan jeruk nipis terhadap penghancuran batu ginjal secara in vitro. Dan memang secara in vitro, jeruk nipis yang notabene mengandung vitamin C dapat melarutkan batu ginjal. Tetapi memang perlu penelitian tersendiri bagaimana efeknya secara in vivo. Satu website mengenai batu ginjal bahkan secara jelas menyarankan penambahan nutrition C bagi eating regimen orang-orang yang menderita batu ginjal, untuk tujuan melarutkan batu ginjal.


Isinya antara lain menyatakan bahwa tidak ada fakta ilmiah yang menyatakan diet C menyebabkan batu ginjal. Bahkan pada beberapa kasus, diet C justru bersifat kuratif (menyembuhkan). Sebuah studi berskala besar, yang melibatkan eighty five.557 wanita selama 14 tahun tidak menemukan fakta bahwa diet C menyebabkan batu ginjal. Tidak ada perbedaan signifikan antara orang yang mengkonsumsi Vit C 250 mg/sehari dengan mereka yang mengkonsumsi 1,five g/sehari atau lebih. Studi ini merupakan kelanjutan dari studi sebelumnya pada forty five.251 pria, yang menemukan bahwa dosis diet C di atas 1,5 g/sehari mengurangi risiko terjadinya batu ginjal.


Orang-orang yang mengalami pembentukan batu ginjal mungkin memiliki proses biokimia yang kurang regular, yang menyebabkan peningkatan produksi oksalat dari nutrition C. Jadi masalahnya bukan pada konsumsi vitamin C itu sendiri. Oksalat dapat terakumulasi membentuk batu ginjal jika berikatan dengan Kalsium membentuk Ca oksalat. Konsumsi diet C memang dapat meningkatkan produksi oksalat di dalam tubuh, tetapi tidak ada fakta yang menyebutkan bahwa ia meningkatkan pembentukan batu ginjal.


Pada kenyataannya, penggunaan diet C dalam satuan gram justru dapat meningkatkan ekskresi baik oksalat maupun urat melalui ginjal. Hal ini dimungkinkan karena beberapa hal. Pertama, nutrition C cenderung mengikat kalsium, sehingga akan mengurangi jumlah kalsium yang akan membentuk Ca-oksalat (satu jenis batu ginjal). Kedua, nutrition C bersifat diuretik, yaitu meningkatkan pengeluaran air seni. Hal ini akan mencegah terbentuknya batu ginjal. Terakhir, pembentukan batu ginjal nampaknya terjadi di sekitar pusat infeksi, padahal nutrition C ini bersifat bakterisidal (membunuh bakteri) sehingga justru akan mencegah pembentukan batu ginjal dengan cara membunuh bakteri di tempat di mana batu ginjal akan terbentuk.


nutrition C juga dapat mencegah terjadinya jenis lain dari batu ginjal, terutama adalah batu ginjal asam urat, dan batu ginjal sistin. Postingku sebelum ini menyampaikan fakta bahwa nutrition C justru mengurangi risiko terbentuknya kristal asam urat. Batu-batu ini, termasuk juga yang terbuat dari Ca fosfat, akan terlarut dalam suasana asam nutrition C. Selain itu, urin yang asam karena mengandung asam askorbat (vit C) dapat pula melarutkan batu struvite (magnesium ammonium phosphate), yang sering terdapat pada urin yang terinfeksi. Memang pernah ada peneliti lain yang menyatakan bahwa vitamin C meningkatkan risiko terjadinya batu ginjal, tetapi dugaan ini tidak didukung fakta kuat, dan hubungan ini menjadi lemah karena vitamin C justru memiliki efek-efek yang sebaliknya.


Aku jadi ingat, pernah juga aku membimbing satu penelitian skripsi mahasiswa yang meneliti efek perasan jeruk nipis terhadap penghancuran batu ginjal secara in vitro. Dan memang secara in vitro, jeruk nipis yang notabene mengandung diet C dapat melarutkan batu ginjal. Tetapi memang perlu penelitian tersendiri bagaimana efeknya secara in vivo. Satu website mengenai batu ginjal bahkan secara jelas menyarankan penambahan diet C bagi weight loss plan orang-orang yang menderita batu ginjal, untuk tujuan melarutkan batu ginjal.

Terima kaih telah membaca artikel tentang Vitamin Ginjal, semoga bermanfaat.

Postingan Terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Vitamin Ginjal"

Post a Comment